![]() |
| Foto: Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, saat diskusi bersama Perwakilan PPPK Lingkup Pemprov NTT dari 22 Kabupaten/Kota Secara Daring. |
Kupang, Update Viral NTT - Gubernur NTT membuka ruang dialog bersama para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari seluruh Nusa Tenggara Timur melalui pertemuan daring yang diikuti perwakilan dari 22 kabupaten/kota. Kamis 5/3/2026
Ia menyampaikan, Saya sengaja membuka diskusi ini secara terbuka agar persoalan PPPK tidak lagi dibicarakan secara tertutup. Semua pihak perlu memahami situasi yang sedang dihadapi pemerintah daerah terkait implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Keterbukaan penting agar tidak ada keputusan mendadak yang merugikan para pegawai.
Dalam dialog tersebut, berbagai aspirasi disampaikan. Ada yang menyampaikan kekhawatiran tentang wacana pengurangan PPPK, ada pula yang mengungkapkan dampak psikologis akibat ketidakpastian ini. Beberapa tenaga pendidik dan tenaga kesehatan juga menyampaikan harapan agar pemerintah tetap mempertahankan mereka karena peran mereka sangat penting bagi pelayanan masyarakat. Bahkan ada yang mengatakan lebih memilih pemotongan gaji dibanding kehilangan pekerjaan.
Saat ini jumlah PPPK di NTT sekitar 12.000 orang dan dalam waktu dekat akan ada tambahan sekitar 4.000 PPPK paruh waktu. Artinya total bisa mencapai sekitar 17.000 orang. Namun jika pembatasan belanja pegawai diberlakukan secara ketat, maka sekitar 9.000 orang berpotensi terdampak. Ini yang sedang kita perjuangkan agar tidak terjadi. Saya pribadi tidak ingin ada satu pun PPPK yang dirumahkan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT sedang berkomunikasi dengan berbagai kementerian di Jakarta serta berencana mengajak para bupati dan wali kota untuk membawa data lengkap kebutuhan PPPK di daerah. Aspirasi ini juga akan kami sampaikan kepada DPR RI agar kebijakan yang ada dapat ditinjau kembali.
Saya meminta seluruh PPPK tetap bekerja dengan semangat dan profesional. Pemerintah tidak tinggal diam. Kita semua sedang berjuang bersama agar solusi terbaik dapat ditemukan dan tidak ada yang kehilangan pekerjaan.

