![]() |
| "Pelda Christian Namo saat membacakan surat di Kupang, NTT". |
"Satu surat, sejuta air mata. 💔 Di hadapan 22 terdakwa yang menganiaya anaknya hingga tiada, Pelda Christian Namo justru memilih memaafkan. Inilah bukti bahwa kasih seorang ayah tak terbatas."
Suasana di Pengadilan Militer III-15 Kupang mendadak haru saat Pelda Christian Namo membacakan surat pengampunan untuk 22 terdakwa yang diduga menganiaya anaknya, Prada Lucky C.H. Namo, hingga meninggal dunia.
Sambil menahan tangis yang pecah, beliau menyampaikan pesan yang bikin merinding: "Rela untuk mengalah, rendah hati, dan tulus mengasihi serta rela memaafkan lebih mudah diucapkan daripada dipraktekkan."
Baca juga: Pemprov NTT Akan Bedah 31.000 Rumah Tidak Layak Huni di Tahun 2026
Beliau percaya bahwa rencana Tuhan lebih indah di balik semua masa suram ini. Di hadapan majelis hakim, suara lantang bercampur isak tangis ini jadi bukti betapa luasnya hati seorang ayah.
Berikut bunyi surat yang dibacakan Pelda Christian Namo:
"Dilmil III-15 Kupang, Hidup adalah anugerah perbuatlah sesuatu sesuai fungsinya sebelum waktu itu berlalu dari kehidupan kita. Rela untuk mengalah, rendah hati dan tulus mengasihi serta rela memaafkan lebih muda diucapkan daripada dipraktekan.
Mungkin sikap inilah yang terbaik yang harus kuambil, atas segala kejadian yang telah terjadi, didalam kehidupan ku pribadi dan telah menjalani sampai detik ini.
Biarlah apa yang telah berlalu menjadi sesuatu pembelajaran dan titik terendah didalam sendih kehidupanku.
Aku percaya bahwa semua itu adalah ujian buat ku, untuk lebih tenang dan kuat kedepannya. Karena setiap peristiwa kematian, bentangan atau pun keputusasaan merupakan hal yang membuat letak baik fisik maupun mental.
Dalam situasi ini kita berharap agar semua segera berlalu dan kondisi menjadi jauh lebih baik serta kehidupan kembali berjalan normal setelah masa suram ini. Sebab, aku yakin untuk kedepannya rencana Tuhan lebih indah dibalik semua apa yang telah terjadi, Tuhan Yesus maha pemaaf, begitu pula kita selayaknya sebagai manusia.
Mohon doanya untuk almarhum terkasih, Prada Lucky serta orang tua dan saudara-saudara kita yang telah mendahului ke hadapan Bapak Surgawi, Tuhan Yang Maha Kuasa agar jiwanya tenang disana, karena hidup dan mati adalah kepunyaan-Nya," ungkapnya dengan suara keras di hadapan majelis hakim sambil menangis.
#UpdateViralNTT #PradaLucky #PeldaChristianNamo #KeadilanUntukLucky #HatiSeorangAyah #PengadilanMiliter #KupangNews #NTTPride #ViralNTT #Kemanusiaan

